Selain membaca, aku suka menonton film. Belakangan membaca malah menjadi hal yang membosankan dan membuat mataku lelah, sehubungan dengan pekerjaanku sebagai editor majalah kumpulan cerpen. Belakangan juga aku menghindari membaca (kecuali membaca naskah untuk persembahan majalahku). Aku lebih memilih menonton. Kalo tidak di bioskop (itu pun kalau ada teman yang mengajak nonton), aku membeli dvd bajakan. Sebenarnya aku lebih suka film drama. Entah drama romantis ataupun drama komedi. Tetapi okelah kalau drama thriller atau action kungfu mandarin.... Asal jangan Horor apalagi animasi. Horor kuhindari karena aku penakut (terlebih aku hanya tinggal bertiga dengan anakku -ups berempat dengan si mbak). Animasi, kuanggap kekanakan... yahh walaupun akhirnya aku terpesona dengan Avatar.
Beberapa hari lalu aku menonton Due Date. Film drama komedi yang membuatku larut dengan kekesalan akibat kisahnya. Bayangkan, sejak bertemu seseorang di bandara, sang tokoh (alahh aku selalu lupa nama tokohnya dan bintang filmnya!) tertimpa banyak kesialan yang diakibatkan si orang asing yang sungguhbila aku bertemu dengannya ingin kubunuh karena menjengkelkan. Sang tokoh benar-benar menderita lahir batin tetapi dia tak bisa lepas dari si orang asing karena kondisi.
Di akhir cerita, semua berubah mejadi mengharukan. Itulah kehebatan sang penulis, mampu mengaduk perasaan penontonnya.
Usai menonton film itu, aku membahasnya diam-diam di dalam hati. Bahwa ketika kesialan menimpa kita, ambil sisi positifnya. Bahwa kesialan bisa terjadi pada setiap orang. Siapa pun dia. Orang terkaya, selebritis atau tokoh hebat.
Kita tak bisa menghindar kala kesialan menimpa, tapi kita bisa belajar berbesar hati dan mengambil hikmahnya.
Dan jangan pernah percaya, bila hari diawali dengan sebuah kesialan maka hari itu akan terus berlanjut dengan kesialan berikut, kecuali jika kamu mensugestikan hal itu, tentu itu akan terjadi. Maka jangan percaya.
Jangan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar