Hari ini aku begitu lelah...
Bukan karena aku habis mengubek-ngubek email untuk mencari naskah, atau mengedit puluhan naskah. Tapi lelah bercengkrama dengan resah. Karena suatu hal, aku harus kehabisan uang. Gajiku tiga hari lalu sudah ludes. Gajian berikutnya masih 27 hari lagi.
Ini liburan semesteran. Bulan lalu, setelah tabunganku cukup, aku membeli sepeda untuk anak-anakku, karena aku ingin mereka bisa mengisi libur dengan main sepeda. (Oya, bukan karena membeli sepeda ini hingga gajiku ludes, bukan. Sama sekali bukan. Sepeda itu kubeli dengan menyisihkan uang gaji sedikit demi sedikit sejak 3 bulan lalu. Bulan ini gajiku ludes karena suatu hal). Sayangnya baru dua minggu sepeda itu menjadi milik mereka, kunci rodanya agak kendor, sehingga sulit bila dipakai membelok. Alhasil sudah satu minggu sepeda itu nganggur di ruang tengah. Aku belum sempat membawanya ke bengkel sepeda dan tidak bisa membetulkannya sendiri, terutama aku tak mengerti pekerjaan 'tukang' selain mengganti lampu (itu pun dengan takut-takut kesetrum).
Aku sedih melihat sepeda yang aku beli dengan menyisihkan uang gajiku susah payah, teronggok begitu saja. Sedih karena anak-anakku tak bisa menggunakannya lagi. Aku berjanji pada mereka untuk membawanya ke bengkel, tapi sampai saat ini belum terlaksana. Aku menghibur mereka dengan mengajak berenang di kolam renang dekat komplek rumah kami. Murah meriah.
Hari Sabtu dan Minggu kemarin, bertepatan dengan Natal, Kakak, Ibu dan Ponakan datang. Jadi acara ke bengkel sepeda tertunda lagi. Ketika aku membeli banyak makanan untuk jamuan itu, Kaka, berbisik, "Ma, uangnya kan buat ke bengkel sepeda? Kok buat beli makanan banyak? Pake pesen pizaa, pesen rujak, pesen... duh, Mama....."
Aku tersenyum dan balas berbisik, "Nggak apa-apa, kan Uwa, Eyang dan Mbak Kansa jarang-jarang ke sini, jadi kita harus menjamunya."
"Tapi..., nanti uang buat ke bengkel sepeda habis dong?"
Aku menggeleng, "Akan ada rejeki lagi, Nak."
Kaka memelukku. Katanya, "Aku tahu Mama adalah mama yang hebat. Meskipun nggak punya uang tetap aja bilang ada rejeki lagi nanti..."
Amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar