Belakangan Jakarta hujan lagi. Gerimisnya bikin miris sebagian orang yang benci dengan rintiknya yang giris. Karena gerimis malah lebih ‘tragis’ ketimbang hujan deras. Setidaknya itu bagiku tentang gerimis.
Dulu, aku suka gerimis. Rintiknya bikin suasana romantis. Membayangkan duduk berdua kekasih sambil minum teh hangat menikmati rinai gerimis dengan tawa canda yang manis. Tapi gerimis juga sempat membuatku pilu, ketika suatu kali aku mendapati kekasihku itu bergerimis-gerimis dengan wanita lain yang wajahnya jauh lebih manis. Hatiku teriris. Tapi itu dulu, 10 tahun lalu. Saat aku masih cantik, sexy dan sangat narsis.
Sekarang, ada seseorang di ratusan kilo sana. Stasiun Tugu dan gudeg manis yang ingin sekali bisa segera kusambangi dengan cinta seluas samudera yang tak kan habis. Aku ingin segera bisa terbang ke sana, membawa sejuta senyum manis dan segala janji yang kerap terurai di antara rindu yang berusaha tak terkikis. My Beib, selalu itu yang kerap berdesis.
Gerimis…… harusnya tak membawaku pada tangis. Ketika suatu kali aku mendapati kabar kematian Bapak di tengah gerimis di mana saat itu aku tengah berjuang di ujian akhir di belahan kota lain yang terkenal dengan gadis-gadisnya yang geulis. Dan pemakaman Bapak yang berlangsung setelah Jumatan, juga diiringi gerimis…. Juga saat kelahiran bungsuku yang nyaris membuat darahku habis over dosis di dini hari yang pekat dengan gerimis.. pun ketika sulungku tertabrak motor saat hujan meninggalkan sisa gerimisnya, dengan meninggalkan luka di sekujur badan dan 3 jahitan di pelipis dan ia harus melalui 1 minggu dengan kesakitan dan tangis..
Belakangan, aku aku tak suka gerimis. Bukan karena hal-hal pilu tadi hingga membuatku berpikir tak logis. Tapi karena rintiknya bikin aku flu, biduran dan itu bikin aku menangis. Kulitku yang mulus jadi seperti teriris-iris karena gatal alergi dingin dan rintik gerimis. Ah, aku tak suka gerimis, karena tak akan menjadi romantis, tapi malah melankolis.
Aku lebih suka hujan deras –tentunya yang tanpa suara petir.
Dan juga yang tanpa membawa banjir.
Selalu ada yang ingin aku tulis,
saat DL benar-benar bikin meringis…
di Jumat, 15 Januari 2010 yang bergerimis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar