Lagi-lagi.....
Dan mana yang lebih berarti? Ketika PNS sibuk jalan-jalan ke luar negeri dengan alasan study banding dan menghabiskan milyaran dana untuk sekali lobi?
Ketika yang duduk di gedung bundar itu malah terkantuk-kantuk dan menghargai tanda tangannya dengan deretan banyak nol di belakang angka.
Untuk menikmat sastra, untuk keluhuran budaya, kenapa tak pernah ada dana?
Seperti kata Papi-ku, Saut Poltak Tambunan di status FB-nya :
Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin - puluhan thn tmpt kami berteduh, bertukar pikir, menggagas angan, berjabat tangan. Ruangan sederhana, dari kantong yg kecil - kami bayar PAJAK, kami bayar PARKIR. Tolong kurangi kedalaman kolam ruang kalian, kurangi studi banding, kecilkan porsi makan+ snack rapat-rapat. Dokumen perjalanan sastra negeri ini ada di situ. Kami masih amat sangat memerlukan keberadaan PDS HB Jassin!
Mari kita teriakan : Buat apa Pajak yang kami bayar, kalau kami takbisa menikmati apa yang seharusnya bisakami nikmati?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar