Menjadi sempurna Mei ini ketika di suatu sore yang dingin kuharus mendapati nyata, menjauhnya seseorang yang selama ini paling dekat.
Stelah beberapa kegagalan, setelah beberapa perih, setelah beberapa sandungan...
ingin kuteriakkan, "Plis, tidak saat ini!" tapi apakah berarti?
Kini dan nanti akan sama saja; aku akan mengalami juga.
Manusiawi sekali andai aku 'menunda' perih berikut, setelah perih-perih yang lain, karena kemungkinan terburuk, aku bisa menjadi sinting dalam kurun waktu yang begitu dekat dan sebentar, dengan segala hal yang terus menerus dan berdesakan.
"Nanti saja, jangan sekarang. Saat ini ada banyak yang aku hadapai, apakah kau ingin membunuhku dengan ikut memberi luka?"
Nyatanya, Mei ini benar-benar Mei yang luar biasa.
Aku terisak tanpa jeda
dan sesak begitu lama
Tapi kesakitan adalah obat dari kesakitan berikut.
Begitu pahit...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar