Mengenai Saya

Foto saya
Simpang-siur... Kadang2 bikin bete. Tapi sebenarnya bisa jadi teman yang mengasikkan. Sebagaimana Virgo, aku itu perasa dan pencemas. Itu yang seringkali bikin aku panik, meski herannya di kesempatan lain aku bisa sangat easy going.....

I Miss U

Sore itu aku mendapat sebaris pesan; I Miss U...

Indah sekali. Buat aku yang sangat perasa dan romantis, kalimat itu sudah mewakili segalanya.
Meski waktu begitu sempit dan ruang memisahkan...
Ya, aku juga rindu kamu.....

Menangisimu


aku benci
tak bisa menahan bulir berlomba
mengadukan nasibnya
pada dua pijar

seolah helai meranggas
tertiup tanpa daya
karena angin membawanya
ombangkan keluhnya
ke setiap debu
aku benci
tanpa daya menangisimu

Desember 2002

Bulanku Jatuh


Bulanku luruh
pada suatu asaku yang lumpuh
brkaca pada langit yang menghitam
berselimut dalam buai gigil angin

ku elakkan
meski satu kali kurengkuh
dalam pelukan

menariku pada tetes airmata
hempaskan tawa di antara tangis dan luka

lenguhku pada bulan yang tersipu
dan bulanku jatuh...


Januari 2003

Resah

Pada langit
kutengadahkan tanya
di manakah harusnya kuletakkan
beban ini
atau kubuang saja
kepada angin yang kan membawanya
memindahkannya pada bahu lain hati
kutukku menyerupai prasasti
ukir dalam rapat bibir biru dan hati mengharu
tanya itu terus berkumandang
dan akhirnya
jatuh pada mentari yang tenggelam..

Desember 2002

Rasamu Pergi

1.

ada yang getir di sini
saat pias tersuguhkan di manikmu
juga di lengkungan bibir
yang sekian hari lalu adalah madu

geletar lahir di sini
ketika desakan parau serpihkan perih
dan rejam di dinding hati
saat geleng lemah kau beri

kau kuras airmata
hingga tak bersisa
saat memelas kupinta
mengangguklah untukku, sekali saja......


..................


2.

Gelung waktu
Tertikam perihmu
Sekian detik lenyapkan
Berjuta yang tercipta di awal dulu
Tak nyana
Kau beri aku luka
Maha dalam





3.

Lihat aku...
Lihat aku...
dan paling kau suguhkan
samasekali tak sisakan

Resahku

Pada langit
Kutengadahkan tanya
di manakah harusnya
kauletakkan beban ini
atau kubuang saja
kepada angin yang kan membawanya pergi
memindahkannya pada bahu lain hati
..
kutukku menyerupai prasasti
ukir dalam rapat bibir biru dan hati mengharu
tanya itu terus membelenggu
dan akhirnya
jatuh pada mentari yang tenggelam

HARI IBU untukku


22 Desember,
Di mana para ibu mendapat tempat di hati orang-orang yang menyintainya. Mendapat pelukan, senyuman dan ciuman... serta hadiah. Tak ada yang bisa aku beri untuk Ibu, karena kemarin, 22 Desember 2008, aku tidak bisa menemui beliau karena tempat tinggal kami yang berjauhan dan karena pekerjaannku. SMS serta telepon untuknya, mudah-mudahan bisa sedikit mengurai rindu kami dan membuatnya mengerti betapa aku anaknya, begitu menyayangi beliau, dengan segala kekurangan dan kelebihan kami masing-masing. Meski suaranya di telepon tetap ceria, aku tahu betapa Ibu kesepian. Kesepian yang coba dia tutup dengan umbaran kalimat, "Mana anak2, sedang apa? Wahhh.., si Kirani masih ngebotol (minum susu di botol) aja ya..? Masak apa? Kaka, Dede jangan nakal yaa... kasia Mama!" Aku bisa merasakan kesepian Ibu, karena aku juga tengah merasakan hal yang sama. Di sini, aku sedang bersama dua bocah kecilku yang manis2 yang betul paham benar apa arti hari Ibu hingga tak ada pelukan untukku -tapi sepulang sekolah, kaka memberiku sebuah gambar. Katanya sih gambar wajah mama yang lagi marah-marah... momentnya tepat, di hari Ibu meski dia tak mengerti kalau hari itu adalah hari Ibu, dan bagiku itu hadiah terindah.. Di sana Ibu bersama dua adikku yang justru sudah besar-besar (bujangan) dan nyaris tak pernah ada di rumah karena seabrek kesibukannya (rumah hanya untuk ampiran tidur malam hari). Maka kupikir kami merasakan hal yang sama. Sepi di hari Ibu. Tak ada yang datang menghampiri, memberiku kecupan dan ucapan.. happy mothers day.. aku sayang kamu sebagai Ibu dari anak-anakku.., aku mencintaimu apa adanya...
Waktu memang terus berjalan, dan aku tidak boleh terpaku hanya karena satu rasa itu... Kerinduan akan keutuhan keluarga.
Aku menyayangi anak-anakku, merekalah cahaya hidupku.... Hari Ibu ini kusulam hatiku dengan sederet doa.. Semoga aku bisa menjadi Ibu yang baik Yang tangguh dan perkasa buat anak-anakku Yang menghalau gelisah dan kecemasan mereka Yang mengusir siapapun yang akan membuat mereka menangis Yang maju lebih dulu kalau ada yang menyakiti mereka Hari Ibu, Hari dimana aku harus lebih tegar menyambut esok.. Demi buah hatiku Tak ada yang jauh lebih berharga dari permata-permataku itu...
Aku akan selalu sanggup menghapus airmataku sendiri untuk tidak terlihat mereka!!!