Mengenai Saya

Foto saya
Simpang-siur... Kadang2 bikin bete. Tapi sebenarnya bisa jadi teman yang mengasikkan. Sebagaimana Virgo, aku itu perasa dan pencemas. Itu yang seringkali bikin aku panik, meski herannya di kesempatan lain aku bisa sangat easy going.....

Surat Wasiat Aristotle Onassis


Konon ini adalah kunci sukses seorang Aristotle Onassis.... Kalau kita simak, betul juga apa yang menjadi prinsipnya itu.....

Kunci Sukses Aristotle Onassis

• Jaga badanmu agar tetap sehat. Banggalah dengan fisik yang kita punya. Jangan risaukan hal-hal kecil, kita tidak sejelek seperti apa yang kita bayangkan.
• Jaga kulitmu agar tetap sehat. Karena kulit yang sehat akan tampak seperti orang yang banyak uang.
• Usahakan tersenyum, jangan suka cemberut. Perlihatkan bahwa segalanya beres. Dan, tunjukkan bahwa hidupmu sehari-hari selalu tampak menyenangkan.
• Jaga penampilanmu. Jangan pernah memperlihatkan dan menceritakan kemelaratanmu kepada siapapun. Karena biasanya orang benci pada orang yang melarat.
• Jangan tidur terlalu banyak. Kalau dapat mengurangi tidur 3 jam sehari, maka dalam setahun akan menambah waktu 1,5 bulan untuk meraih sukses.
• Makan secukupnya dan hindari makan enak. Jangan makan sambil bicara bisnis, tunggu sampai selesai dulu. Jangan menghabiskan waktu berjam-jam di meja makan selagi ada pekerjaan mendesak, yang menanti untuk segera diselesaikan.
• Kalau tidak punya modal, pinjam dulu dalam jumlah besar. Jangan meminjam dalam jumlah sedikit. Lalu segera kembalikan, jangan sekali-kali menunda jadwal pembayaran. Ini menyangkut reputasi, buat pemodal atau Bank percaya padamu.
• Pilihlah teman yang dapat mendorong prestasimu. Dan, berusahalah terus sampai berhasil. Hindari orang yang suka mematahkan semangatmu.
• Dengarkan orang lain. Buatlah orang lain merasa senang. Hormati mereka, maka kita akan dihormati oleh semua orang. Ini adalah kunci suksesku yang utama.

Kalo boleh aku tambahkan...,
- Tawakal dan banyak baca doa (ada surat/ayat2 tentang terbukanya pintu rizki)
- Jangan ilmu gendam atau susuk, hehe....

Bungkam

Banyak yang nggak bisa kita ungkapkan mski sebenarnya ada banyak kata di hati dan kepala. Semuanya bergelung seperti putaran labirin... tak ada ada titik temu. Padahal lidah begitu lentur.. yang kemarin-kemarin begitu mudah melontarkan makian dan amarah atau gunjingan.. tapi kenapa saat ini di mana kebaikan harusnya jadi uraian, sepatah pun nggak bisa ke luar?

Paranoid Kangkung

KANGKUNG… OH KANGKUNG!

Lagi-lagi berita yang bikin merinding….
Seorang teman mengirimkan berita lewat email, bahwa ada seorang balita meninggal terhimpit di ranjang kasurnya. Rupanya si bocah hendak turun dari ranjang, tetapi malang, kepalanya malah terhimpit celah di ranjang dan kakinya menjuntai tak bisa menyentuh lantai….
Kali ini aku mendapat berita lagi, seorang balita meninggal karena makan kangkung!!
Konon, seorang balita telah dua hari menderita sakit perut dan diare. Dia telah dibawa berobat kemana-mana oleh orang tuanya, tapi tetap tidak sembuh juga. Tiba di sebuah klinik (katanya sih ini terjadi di Malaysia gitu) Dokter-dokter di sana kebingungan….. karena segala cara telah diupayakan. Akhirnya sekali lagi dokter di sana bertanya, sebelum menderita sakit, anak itu makan apa? Orang tuanya mengingat-ingat dan akhirnya menjawab, makan kangkung!
Dokter segera melakukan xray,
Ternyata di usus anak tersebut telah berkembang biak lintah dengan anaknya yang kecil-kecil. Doktor tersebut pesimis dan menyatakan tidak sanggup mengambil tindakan medical apapun. Akhirnya anak kecil itupun meninggal dunia.
Setelah dikaji, ternyata lintah itu sebelumnya berada di dalam batang kangkung yang besar. Memang, untuk penggemar kangkung yang paling enak adalah batangnya. Lintah yang berada di dalam batang kangkung itu dan tidak akan mati walau dimasak selama manapun, apa lagi untuk kangkung proses memasak tidak terlalu lama untuk menghasilkan rasa kangkung yang enak. Lintah hanya akan mati jika dibakar. Di dalam usus anak tadi. Lintah yang tadinya hanya 1 dalam 2 hari berkembang biak dengan cepatnya karena terus menerus menghisap darah yang ada. Mengerikan banget ya… Doktor di sana juga kebingungan, bagaimana mematikan/membersih kan lintah yang telah sangat banyak tersebut dari dalam usus anak itu.
Percaya nggak percaya, tapi berita itu sempat bikin aku merinding… karena aku dan anak-anakku doyan banget makan kangkung.
Lebih miris (mungkin tepatnya bingung, kecewa, atau pasrah ya…) kok dokter di sana sampai angkat tangan gitu.
Tapi aku nggak mau patah arang, apalagi sampe paranoid untuk sama sekali nggak menyentuh kangkung.

Aku punya cara, yaitu membelah (bukan memotong) batang kangkung yang besar sehingga bisa terlihat di dalamnya apakah ada hewan tersebut atau nggak.
Cara lain, batang kangkung nggak perlu ikut serta dimasak, mungkin daunnya aja dengan batang-batang halusnya, dimana nggak mungkin seekor lintah masuk ke situ.
Sebelum dimasak, benar-benar dicuci bersih dengan cairan pencuci sayur.
Dan yang paling penting….. nggak lupa baca Bissmillah dan berdoa semoga apa yang aku makan akan menjadi kebaikan buat tubuhku, jauh dari kemalangan atau kesusahan. Amin!

Khayalan Membawaku Pada...

Dari umur 10 tahun aku udah suka coret-coret buku harian. Nulis-nulis apa aja gitu. Tapi aku baru ngerti kalau tulisan itu ternyata bisa dijual. Jadi, setelah menimbun banyak tulisan, aku coba-coba kirim ke majalah anak-anak dan remaja. Wuihhh... gagal terus, beberapa kali dikirim balik! Sedih banget.
Eit, tapi Tuhan Maha Penyayang, kasian kali yee liat gue nangis-nangis. Pada 1991 cerpen pertamaku di muat di majalah Hai. Surprise!!! Tau kenapa, karena pada saat itu majalah Hai adalah majalah bergengsi, bo! Setelah itu berturut-turut tulisanku (berupa cerpen populer remaja) dimuat dimana-mana. Di Anita Cemerlang, Di Hai, Di Kawanku, Tabloid Kartini (dulu majalah Kartini sempat punya tabloid, dll... banyak deh. kira-kira udah 75 judul yang berhasil dimuat hingga tahun 2004 lalu. Trus aku pasif nggak nulis lagi kerana ngurus anak! Tapi sekarang nulis lagi kok....

di antara tulisan aku itu, ada yang sempat 'terselamatkan' (maklum, udah tahunan aku nggak simpen itu semua). Bisa kok di klik di www.cafenovel.com
Yeah gitu aja...! Namanya juga penulis cerpen amatir.. wkwkwwk!

Konon katanya..... Ada Al Qur'an Palsu???

Waspada!!
Begitu kabar dari para milis, ketika beredar berita mengejutkan bahwa telah terbit Al Qur'an palsu buatan Amerika. Masya Allah...
Setelah gambar Nabi Muhammad, setelah pelecehan peribadatan, setelah....
Dan sekarang apa, Al Qur'an palsu??
Apa kita harus diam aja, atau segera singsing lengan baju membela kebenaran dan kemuliaan Islam?
Aku memang nggak dalem banget soal agamaku itu.. hehe... masih awam banget. Tapi aku juga ga rela kalo agamaku itu banyak digempur oleh hal-hal bodoh dan menyesatkan.

Konon Al-Quran baru buatan amerika itu sedang didistribusikan di kuwait, berjudul 'The True Furqan' , dibuat oleh 2 perusahaan percetakan ;'Omega 2001'dan 'Wine Press'.
Judul lain buku ini 'The 21st Century Quran'! berisi lebih dari 366 halaman baik bahasa Arab dan Inggris, sekarang kabarnya didistribusikan kepada anak2/generasi muda di Kuwait di sekolah2 berbahasa Inggris disana.
Bukunya sendiri memuat 77 surah, termasuk Alfatihah, Al-Jana and Al-Injil.
Semuanya dimulai dengan sebuah versi panjang gabungan kepercayaan Kristen tentang tiga tuhan. Dan banyak sekali bertentangan dengan berbagai kepercayaan dalam Islam, seperti mempunyai lebih satu istri dianggap perbuatan Zina, perceraian itu dilarang, dikatakan juga bahwa Jihad adalah HARAM. Buku yang sangat menyesatkan. Jadi tolong sampaikan kepada semua muslim sedapat kita tentang pemberitaan ini semoga Allah melindungi kita semua dari orang2 Kafir yang jahat, mendustakan Agama Allah SWT.
Kalau mau lihat isinya silahkan kunjungi situs ini Islam exposed

Mudah2an Allah s.w.t. melaknat orang/kelompok yang mencoba menghancurkan Islam.
Amin....

Renungan

Meraih Kekhusyu'an Shalat
Dari Sumber Kota Santri.com

Shalat, itulah kata perintah yang sering terngiang di telinga kita. Sesuatu yang mudah dalam aturan pelaksanaan, namun sulit untuk dilakukan. Hal ini terjadi karena banyaknya godaan yang datang saat waktu shalat tiba. Ungkapan "nanti dulu" atau "tanggung" selalu hadir menjadi bumbu melalaikan shalat.

Shalat bukan amal ibadah biasa, tapi kunci dari amaliah lainnya. Abdullah bin Qurth RA meriwayatkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Yang pertama kali akan dihisab pada diri seorang hamba pada hari qiamat adalah shalat. Apabila baik shalatnya, maka akan baiklah seluruh amalnya. Dan apabila buruk shalatnya, maka buruk pulalah seluruh amalnya."
(HR. Thabrani). Nampak jelas argumen tersebut bahwa shalat merupakan kunci keberhasilan ibadah seorang mukmin.

Tidak hanya itu, shalat yang kita kerjakan akan melindungi dan menjauhkan kita dari perbuatan keji dan munkar. Sebagaimana firmanNya, "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Ankabut : 45).

Namun sayang, refleksi nilai-nilai shalat belum bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena seakan-akan shalat kita masih bergandengan tangan dengan perbuatan keji dan munkar, walaupun kita sering melakukan shalat. Itu terjadi karena shalat yang kita kerjakan masih jauh dari kekhusyu'an dan makna-makna shalat hanya selintas harapan tanpa pengejawantahan.

Shalat Khusyu'
Shalat khusyu' adalah sesuatu yang sangat dirindukan orang-orang yang mau melaksanakan shalat. Kekhusyu'an bukanlah hal yang amat sulit atau mustahil dilakukan
walau memang tidak semudah yang dikatakan. Shalat khusyu' dapat diraih ketika memahami makna setiap lantunan do'a dalam shalat, menghilangkan berbagai urusan dunia dalam pikiran dan hati ketika shalat, menghadirkan jiwa dan raga hingga seolah-olah sedang berkomunikasi langsung dengan Allah.

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat wara' dan sangat khusyu' shalatnya. Namun dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyu' dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih
dalam rangka memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyu'.

SELALU ADA KESEMPATAN BERIKUT


Waktu itu sedang menonton sebuah acara reality show di salah satu teve. Tentang kontes nyanyi anak-anak. Saya jadi ingat masa kecil saya dulu, yang pingin banget jadi penyanyi, jadi presenter dan bintang film, atau tim kreatif TV / PH sejenis itulah!
Sayang, karena kondisi yang kurang menguntungkan itu semua tinggal cita-cita yang terpendam.. hingga kini. (yeah, tapi saya bersyukur, bisa menjadi penulis, setidaknya ada sedikit cita-cita yang nyangkut!).
Kalau ada kata-kata yang saya dengar dari salah seorang finalis, tentang kesempatan. Kata-kata itu sebenarnya sudah sangat sering saya dengar dimana-mana- bahwa; "kesempatan hanya datang sekali! Kesempatan, nggak bakal datang lagi!"
Seperti seorang guru musik menasihati anak didiknya, "Kamu harus terus berlatih, karena besok kamu akan ikut kontes. Kalau penampilanmu memukau kamu akan diundang ke gedung putih. Kapan lagi ada kesempatan seperti itu? Jangan mengecewakan, karena kesempatan nggak datang dua kali!"
Atau, "Mama sudah bilang, jaga kesehatan. Lihat kamu gagal masuk tim basket gara-gara flu. Akhirnya kesempatan itu lewat!"
Atau, "Yahh... gue nggak ketemu lagi sama Umar gebetanku. Nggak ada kesempatan deh buat menyatakan p erasaan gue. "
Sebenarnya, saya agak meragukan dan nggak setuju kalau dibilang kesempatan datang satu kali. Dan terus-terang, kata-kata atau kalimat itu nggak bakal saya lontarkan di depan anak-anak saya. Karena hanya akan membuat mereka patah semangat.
Kenapa kita tidak bilang bahwa "Selalu ada kesempatan kedua... atau kesempatan berikutnya?"
Memang, mungkin maksudnya untuk memompa semangat dan mengingatkan
bahwa kita nggak boleh buang waktu atau berleha-leha.
Sebenarnya yang mau saya utarakan di sini adalah bahwa kesempatan itu selalu ada. Bahwa ada kesempatan kedua, ketiga....
Hanya saja kita nggak tahu kapan kesempatan i tu datang.
Dulu, saya berpikir bahwa di usia saya yang sudah nggak muda lagi ini, saya nggak bakal lagi bisa b erkarir di dunia tulis menulis yang saya cintai.
Ternyata saya salah. Salah satu media yang dulu sering memuat karya saya waktu saya remaja dulu menghubungi saya lagi dan... menawarkan kepada saya untuk jadi kontributornya. Lalu berikutnya saya duduk sebagai redaktur di majalah musik anak muda. Bayangkan! Saya yang sudah terlalu tua untuk hal ini masih dipercaya mengutak-atik majalah remaja.
Untuk yang kalah berjuang, untuk yang tertinggal sesuatu, jangan patah semangat. Kalau kita yakin, akan ada kesempatan berikutnya menanti di depan sana. Berjuang dan berdoalah!